DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI    |    SERTIFIKASI PERIKANAN BUDIDAYA, JAMINAN KEAMANAN PANGAN DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK MENUJU PASAR BEBAS ASEAN 2015    |    PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN MENYERAP TENAGA KERJA    |    TINGKATKAN PRODUKSI, HAPUS KORUPSI    |    UNTUK SARAN DAN PENGADUAN DAPAT MENGHUBUNGI TELP/FAX (021) 3514779 ATAU EMAIL PENGADUAN.DJPB@KKP.GO.ID    |   

PERBENIHAN

CIPTAKAN PELUANG USAHA BARU, KKP SUKSES KEMBANGKAN IKAN KAKAP MERAH STRAIN TAIWAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui UPT Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung berhasil membenihkan secara massal ikan kakap merah strain Taiwan (Lutjanus malabaricus). Jenis komoditas ini tergolong baru dalam dunia bisnis perikanan budidaya saat ini. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulisnya mengatakan, bahwa upaya ini menambah deretan keberhasilan teknologi perbenihan komoditas budidaya laut di Indonesia.  Peran perekayasaan teknologi akuakultur sangat penting dalam upaya pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan budidaya, diakui Slamet, saat ini status perkembangan teknologi akuakultur  nasional sangat menggembirakan.

 

Menurutnya, dalam upaya mempercepat optimalisasi potensi budidaya laut, KKP akan mendorong pengembangan varian jenis komoditas budidaya laut yang berbasis tren permintaan pasar, dimana ikan kakap menjadi prioritas yang akan dikembangkan ke depan. Disamping itu lanjut Slamet, upaya diversifikasi spesies budidaya laut secara langsung akan mendorong optimalisasi budidaya laut secara berkelanjutan, dan meminimalisir ketergantungan benih dari stok alam. Apalagi saat ini prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan budidaya laut menjadi hal yang penting dan mendasar.

 

Sementara itu, Direktur Perbenihan, Coco Kokarkin, menilai bahwa keberhasilan produksi massal benih ikan kakap merah strain ini sangat menggembirakan. Menurutnya, bila demand terhadap ikan jenis ini baik, maka ke depan KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya akan menggenjot produksinya melalui program perbanyakan induk. “Kedepan untuk memenuhi permintaan benih, kita akan dorong perbanyakan induk melalui seleksi individu dengan pengkayaan materi genetic hasil domestikasi”, Kata Coco saat dimintai keterangan

 

Dirinya menilai, komoditas kakap memiliki pangsa pasar yang lebih luas dibanding komoditas budidaya laut lainnya. Keberhasilan perekeyasaan teknologi perbenihan ikan kakap merah strain Taiwan ini menjadi harapan baru dalam dunia perikanan budidaya nasional, khususnya dalam menjawab tantangan kebutuhan benih ikan kakap yang diprediksi akan naik secara signifikan dari tahun ke tahun. “Kakap merah strain Taiwan sebagai salah satu varian baru diharapkan akan menjadi alternative usaha baru bagi masyarakat”, pungkasnya.

 

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi,  Kepala BBPBL Lampung, Mimid Abdul Hamid, menjelaskan bahwa ikan kakap merah strain Taiwan ini memiliki kelebihan antara lain pertumbuhannya yang relatif cepat, memiliki toleransi tinggi  terhadap lingkungan (salinitas, suhu dan kekeruhan), responsif terhadap pakan buatan, tahan terhadap penyakit dan tingkat kanibalismenya rendah.

 

Dijelaskan bahwa teknik pemeliharaan larva kakap merah ini  dengan mengadopsi teknologi yang digunakan dalam pemeliharaan larva kakap putih dan kerapu.  Hasil pengamatan pemeliharaan benih kakap merah strain Taiwan pada fase pendederan  sampai dengan umur 60 hari pemeliharaan  (dua bulan) menunjukkan bahwa ikan ini mempunyai pertumbuhan yang sangat cepat dibandingkan dengan ikan kakap putih dan kakap merah jenis lain. Jika pada umur 60 hari jenis kakap lain hanya mengalami pertambahan berat sekitar 3-4 gram, maka ikan kakap merah strain Taiwan ini mampu mencapai berat hingga 12 gram ( panjang 7 cm).

 

”Tim kami telah berhasil melampui fase kritis dalam tahap perbenihan yaitu fase  pemeliharaan larva  dengan capaian SR (survival rate/angka kelulushidupan) hingga 10% atau paling tinggi dibanding ikan kakap merah yang lainnya yang hanya mencapai 7%”, ungkap Mimid.  

 

Jadi peluang usaha baru yang menjanjikan

 

Kerja keras melalui peran perekayasaan yang dilakukan BBPBL Lampung telah memberikan harapan baru bagi terciptanya alternatif usaha di tengah masyarakat pesisir. Dampak nyatanya yaitu secara langsung memicu munculnya hatchery skala rumah tangga (HSRT) untuk memproduksi benih ikan ini secara massal. Setidaknya di Lampung saja hingga saat ini ada sekitar 6 (enam) HSRT yang sudah mulai memproduksi benih ikan kakap merah strain Taiwan ini, dengan rata-rata produksi benih setiap HSRT mencapai 72 ribu ekor per tahun dengan ukuran rata-rata benih 7 cm.

 

Seperti diakui Krisna, pemilik HSRT di Tanjung Putus Kabupaten Pesawaran, keberhasilan perbenihan ikan kakap merah strain Taiwan ini sangat menguntungkan para pembenih yang semula tidak produktif. “Dengan adanya pengenalan jenis ikan baru ini, HSRT yang semula kurang produktif jadi lebih bisa dioptimalkan kembali, apalagi kebutuhan benih saat ini terus meningkat”, ungkap Krisna saat dimintai konfirmasi via telpon. Secara ekonomi usaha HSRT kakap merah strain ini sangat menguntungkan. Krisna memberikan gambaran, dengan produksi benih rata-rata per siklus (2 bulan) sebanyak 12 ribu ekor, dirinya mampu meraup pendapatan setidaknya 42 juta rupiah per siklus atau 21 juta rupiah perbulan dengan harga rata-rata 500 rupiah per sentimeter panjang ikan..

 

Di Lampung sendiri, hingga saat ini setidaknya ada lebih dari 13 (tiga belas) kelompok pembudidaya ikan yang telah mulai mengusahakan budidaya jenis ini, angka ini diprediksi akan meningkat terus seiring respon masyarakat yang menilai komoditas ini sangat menjanjikan sebagai alternatif usaha baru.

 

Saat ini kapasitas produksi di BBPBL lampung mencapai minimal 15.000 ekor per bulan. Jumlah ini untuk memenuhi permintaan kebutuhan benih baik di Lampung sendiri maupun di daerah lain yang mulai tertarik seperti Riau, Bali, Situbondo, Kepulauan Seribu, dan Maluku. Disamping itu, ketersediaan benih juga untuk mendukung program revitalisasi KJA yang saat ini menjadi prioritas KKP dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi budidaya laut nasional. “Keberhasilan pengembangan strain ini menambah optimisme bahwa ke depan budidaya laut akan mampu mendongkrak kontribusi sektor perikanan bagi perekonomian nasional”, pungkas Mimid.