DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI    |    SERTIFIKASI PERIKANAN BUDIDAYA, JAMINAN KEAMANAN PANGAN DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK MENUJU PASAR BEBAS ASEAN 2015    |    PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN MENYERAP TENAGA KERJA    |    TINGKATKAN PRODUKSI, HAPUS KORUPSI    |    UNTUK SARAN DAN PENGADUAN DAPAT MENGHUBUNGI TELP/FAX (021) 3514779 ATAU EMAIL PENGADUAN.DJPB@KKP.GO.ID    |   

PRODUKSI DAN USAHA BUDIDAYA

CERITA SUKSES PEMBUDIDAYA IKAN DARI KOTA YOGYAKARTA: JUALAN IKAN HIAS HINGGA KE MEKSIKO

Kita patut bersyukur, dilalui garis khatulistiwa menjadikan Indonesia sebagai negara tropis dengan potensi sumberdaya dan keanekaragaman jenis ikan, baik ikan konsumsi maupun ikan hias yang berlimpah, Indonesia pun dijuluki “Home of Hundreds Exotic Ornamental Fish Species”, rumah bagi ratusan jenis ikan hias yang eksotik. Berbagai jenis ikan hias tersebut hidup baik di air tawar, payau hingga laut. Jenis ikan hias air tawar misalnya, jumlah dan jenisnya beraneka ragam sebut saja diantaranya Guppy, Cupang, Botia, Betta, Mas Koki, Gurame Padang, dan tidak ketinggalan tentunya sang legendaris ikan “Arwana”.

Selain jumlah dan jenis ikan hias yang berlimbah, ternyata penikmat atau hobbiest ikan hias di dalam maupun luar negeri semakin banyak jumlahnya. Belakangan ini, penjualan ikan hias pun semakin meningkat dan bisnis ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan sehingga mendorong banyak orang tertarik untuk menjadi pembudidaya ikan hias. 

Tak terkecuali bagi Yoga Hermawan (29), pemuda asal kota gudeg Yogyakarta ini pun tertarik menggeluti bisnis ini. Sejak 15 tahun lalu Yoga terus bertahan dengan usaha budidaya dan berjualan ikan hias. Yoga adalah pembudidaya ikan hias mandiri, walaupun tanpa kios, tidak menyurutkan niatnya untuk terus mengembangkan usahanya. 

Melalui kelompoknya Mina Pemuda Jaya, Yoga telah mengembangkan bisnis ikan hias dengan sistem inti-plasma dilakukan di halaman dan di dalam rumahnya di kelurahan Bumijo Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta dengan luasan 5 x 7 m2. Berbagai jenis ikan hias dibudidayakan oleh Yoga antara lain Maskoki, Manvis, Betta, dan Guppy. Selain itu, rumahnya juga menyediakan berbagai tanaman obat keluarga (TOGA). Sebelum menekuni bisnis ikan hias, Yoga mengaku sempat budidaya ikan konsumsi Lele dan Nila, namun dikarenakan tempat kerja yang jauh, Yoga pun akhirnya memutuskan untuk fokus pada budidaya ikan hias.

“Melalui media online saya menawarkan ikan hias kepada konsumen baik dari dalam maupun luar negeri, rekor pengiriman terjauh yang pernah saya lakukan yaitu ke negara Mexico”  tutur pemegang sertifikat juri nasional untuk kelas Betta aduan.

Ikan yang diminati di luar negeri biasanya adalah ikan Guppy dengan kriteria body dan corak sirip belakang yang khas. Yoga melakukan proses sortir yang lama dan teliti untuk menentukan ikan guppy kualitas kontes, hasil sortiran yang tidak masuk grade dijual dipasar lokal. 

Yoga menekuni bisnis ini secara otodidak, lulusan SMA Taman Madya Jetis ini mengamati dan menerapkanya pada ikan hias hasil budidayanya. “Salah satu alasan saya jualan ikan hias karena prospek penjualan ikan hias ke depan bagus, didukung dengan adanya marketplace online yaitu salah satu saluran yang potensial untuk dikembangkan kedepannya. Jumlah pendapatan yang saya peroleh juga lumayan, dalam satu minggu omzet bisa mencapai Rp. 1 juta hanya dari jenis Guppy saja, yang notabene berukuran kurang dari 10 gram” tutur bapak dua anak ini.

Bersama kelompoknya, suami dari Melani pernah mendapatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi D.I Yogyakarta berupa perlengkapan budidaya senilai Rp. 10 juta. Ke depan, yoga dan kelompoknya mengaku akan terus fokus menggeluti bisnis yang ditekuni. Sebab, selain merupakan hobi yang menyenangkan, mendapatkan untung yang relatif besar dan kesulitan yang dialami pun dinilai tidak terlalu besar. Selain itu, Yoga dan kelompoknya merasa optimistis bisnis yang yang dijalaninya tersebut memiliki prospek yang cerah. “Insya Allah mas jualan ikan hias terus. soalnya sekarang orang makin banyak yang suka sama ikan hias, apalagi sekarang banyak kontes ikan hias kalau masalah susah, semua ada susahnya, tapi ketutup sama rasa senang karena kan hobi juga jadi semua dijalani dengan happy” tutup yoga (KWH) – artikel kiriman Kurniawan, PPB Kota Yogyakarta.