Jumat, 29 Agustus 2014
:: Selamat Datang di Situs Resmi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya ::
Berita

    UGADI, PROSPEKTIF UNTUK MENOPANG KETAHANAN PANGAN
    Hits: 598 | Ditulis pada: 2013-03-18

    BANJARNEGARA- 2/1/2013. Pengembangan Model Budidaya yang mengitegrasikan bidang pertanian dengan perikanan budidaya, saat ini telah mulai menjadi trend di beberapa daerah yang dikenal dengan Minapadi dan Budidaya Udang Galah Bersama Padi (UGADI). Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Produksi, Ir. Abduh Nurhidayat, M.Si bahwa teknologi budidaya udang galah bersama padi atau UGADI yang pertama kali diperkenalkan oleh BBPBAT Sukabumi UPT Ditjen Perikanan Budidaya dalam mendukung Gerakan Satu Juta Hektar Minapadi (Gentanadi), merupakan teknologi yang diterapkan sebagai upaya memperoleh keuntungan ganda dalam proses produksi, disamping memperoleh keuntungan dari hasil panen padi juga  dapat memperoleh tambahan pendapatan dari hasil panen udang galah. Dengan begitu keuntungan yang didapat petani akan meningkat secara signifikan.


    Ditambahkan Abduh, bahwa sebagai upaya memperkenalkan model pengembangan UGADI tersebut di masyarakat, Tahun 2012 Ditjen Perikanan Budidaya telah melaksanakan Demfarm UGADI di 4 Kabupaten Kota antara lain Kabupaten Sukabumi Jawa barat, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur dan Kabupaten Kediri Jawa Timur dengan luasan sawah masing-masing pada lahan 1 hektar.


     


    Mampu menghasilkan keuntungan ganda


    Keberhasilan model pengembangan UGADI dibuktikan dengan melakukan panen perdana UGADI di Kabupaten Banjarnegara, tepatnya pada tanggal 2 Januari 2013. Panen yang juga dihadiri oleh beberapa pihak diantaranya Bupati Banjarnegara, Direktur Produksi, Kasubdit Lingkup Direktorat Produksi,Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Banjarnegara, pelaku usaha dan para stakeholder lain dilakukan dilahan milik H. Muslihah yang tergabung dalam Pokdakan Mina Sari Widodo Desa Blambangan, Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara.


    Dari luas lahan milik H. Muslihah seluas 1.000 m2 didapat hasil panen rata-rata 120 kg dengan size bervariasi antara 25 – 50. Menurut Muslihah, jika diasumsikan harga per kg Rp. 60 ribu, maka pendapatan yang didapat dari udang galah saja sebanyak Rp. 7,2 juta, sedangkan dari hasil panen padi diperkirakan sebesar 0,7 ton dengan pendapatan rata-rata dari penjualan padi sebanyak Rp 2,275 juta. Sehingga dengan penerapan konsep UGADI dirinya mampu menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar ± Rp. 9,5 juta per musim tanam. “Ini memberikan keuntungan ganda bagi kami, jika dibanding hanya mengandalkan dari hasil panen padi”, Jelas Muslihah. Lebih lanjut Kadis Perikanan dan Peternakan Kab. Banjarnegara menyarankan untuk sistim Ugadi sebaiknya padi yang digunakan bukan Varietas Impari 13 karena butir berasnya tidak utuh, disarankan menggunakan varietas jenis Inpara, selain butir berasnya utuh juga tahan terhadap genangan air.


     


    Menarik minat pelaku bisnis.


    Keberhasilan panen UGADI menarik minat pelaku bisnis restauran Mang Engking untuk melakukan konrak kerjasama pembelian hasil panen. Ini dibuktikan dengan akan ditindaklanjutinya nota kesepahaman antara Bupati Banjarnegara dengan Mang Engking untuk melakukan kerjasama secara berkelanjutan, dimana kontrak yang disepakati adalah penyediaan udang galah sebanyak 10 ton per bulan. Dalam arahannya, Bupati Banjarnegara menghimbau kepada anggota kelompok petani dan masyarakat pembudidaya agar kegiatan UGADI ini dilakukan secara berkelanjutan mengingat komoditi udang galah mempunyai nilai ekonomis tinggi, dapat meningkatkan pendapatan yang tidak hanya berasal dari produksi padi tetapi juga dari produksi udang galahnya.


    Agenda selanjutnya akan direncanakan panen raya UGADI pada Kelompok Sri Rahayu, Desa Mertosari, Kecamatan Purwonegoro seluas 5.000 m2 dan di Kelompok Mina Sari widodo, Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara seluas 4.000 m2 dengan padat tebar masing-masing 10.000 ekor per 0,1 ha. Panen diperkirakan bulan Maret 2013 dengan perkiraan rata-rata produktivitas 150 kg/1.000 m2.


     


    Menopang Ketahanan Pangan Nasional.


    Seperti diketahui bersama bahwa sektor pertanian dan perikanan saat ini menjadi sektor utama yang berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sehingga konsep UGADI yang mengintegrasikan ke-dua sektor tersebut sangat prosfektif dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat.  Menurut Zaenal Aristanto, Kasie Penerapan Teknologi Budidaya Air tawar, bahwa produktivitas rata-rata per hektar sawah mampu menghasilkan sebanyak 1,5 ton udang galah dan 7-8 ton padi. Disisi lain konsep UGADI secara teknis mampu menjamin hubungan mutualisme antara padi dengan udang, sehingga konsep ini diharapkan akan mampu menjamin keberlanjutan usaha pada ke-dua bidang tersebut.


    Kedepan UGADI sangat prospektif sebagai alternative usaha yang mampu menopang pendapatan masyarakat, karena memberikan keuntungan ganda. Disamping itu sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung program Gentanadi dan memperbaiki lingkungan hidup (antisipasi anomaly iklim), maka konsep UGADI menjadi bagian penting yang perlu diterapkan kepada masyarakat dalam menjamin usaha agrobisnis yang berkelanjutan.


    Sumber:
 
Berita Terkait
Hits: 171 | Ditulis pada: 2014-07-04
MENGHADAPI TANTANGAN BISNIS PERUDANGAN NASIONAL

Lampung – Bisnis perudangan nasional dihadapkan pada sebuah tantangan yang cukup besar, disatu sisi produksi udang nasional terus menunjukan trend positif, namun disisi lain fenomena menurunya harga udang di tingkat pembudidaya serta indikasi menurunya demand di hilir menyebabkan cukup terganggunya siklus bisnis udang nasional. .... [Selengkapnya]

Hits: 132 | Ditulis pada: 2014-06-20
PERINGATAN DINI ANTISIPASI DINI TERHADAP DAMPAK EL NINO

Sehubungan dengan peringatan dan NOAA Amerika Serikat tanggal 8 Mei 2014 dan FAO Roma tanggal 23 Mei 2014 tentang terjadinya pemanasan suhu permukaan laut Samudera Pasifik sejak Bulan April 2014, maka diprediksi (P>65%) sejak dua bulan mendatang akan terjadi fenomena el nino. El Nino adalah musim panas tinggi dan kemarau yang sangat panjang, dapat berlangsung 9 bulan .... [Selengkapnya]

Hits: 363 | Ditulis pada: 2014-06-03
PENGEMBANGAN MARIKULTUR BUTUH DUKUNGAN REGULASI YANG EFEKTIF

KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya akan mulai memfokuskan pada pengembangan marikultur khususnya pada perairan laut lepas (offshore), sebuah kebijakan strategis yang diharapkan akan mampu terealisasi secara nyata sebagai tanggung jawab moral dalam upaya mendorong optimalisasi pemanfaatan SDA bagi pembangunan ekonomi nasional.

Kalau saja kita bandingkan dengan Negara .... [Selengkapnya]

  • Komitmen ACIAR Dalam Kerjasama Perikanan Budidaya
  • Green Growth Aquaculture Workshop
  • Fiji Meminta Bantuan Teknis Dari DJPB
  • CACING TANAH Lumbricus rubellus PLUS SPIRULINA, PACU PRODUKSI NAUPLIUS
  • Rapat Koordinasi untuk Menata Waduk Juanda - Jatilluhur
  • Kolam Percontohan Saka Taruna Bumi Cibubur
  • Penyusunan SAI menuju WTP Murni
  • PANEN DEMFARM UDANG MAUK POTRET HARAPAN SUKSESNYA DEMFARM DI PANTURA JAWA
  • KKP Kirimkan Tim ke Waduk Djuanda, Jatiluhur
  • BRI, Mitra dan Pembudidaya, Bersatu untuk Maju
  • Link Terkait
    UPT - Balai
    Video Kegiatan

    [Index Video]

    Kode Etik

    Semua hal yang terkait dengan kode etik DJPB, silahkan berkomunikasi melalui alamat e-mail: kode_etik@djpb.kkp.go.id, Atau kunjungi ruang konsultasi DJPB Gedung 165 Lantai 23