Jumat, 18 April 2014
:: Selamat Datang di Situs Resmi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya ::
Berita

    UGADI, PROSPEKTIF UNTUK MENOPANG KETAHANAN PANGAN
    Hits: 507 | Ditulis pada: 2013-03-18

    BANJARNEGARA- 2/1/2013. Pengembangan Model Budidaya yang mengitegrasikan bidang pertanian dengan perikanan budidaya, saat ini telah mulai menjadi trend di beberapa daerah yang dikenal dengan Minapadi dan Budidaya Udang Galah Bersama Padi (UGADI). Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Produksi, Ir. Abduh Nurhidayat, M.Si bahwa teknologi budidaya udang galah bersama padi atau UGADI yang pertama kali diperkenalkan oleh BBPBAT Sukabumi UPT Ditjen Perikanan Budidaya dalam mendukung Gerakan Satu Juta Hektar Minapadi (Gentanadi), merupakan teknologi yang diterapkan sebagai upaya memperoleh keuntungan ganda dalam proses produksi, disamping memperoleh keuntungan dari hasil panen padi juga  dapat memperoleh tambahan pendapatan dari hasil panen udang galah. Dengan begitu keuntungan yang didapat petani akan meningkat secara signifikan.


    Ditambahkan Abduh, bahwa sebagai upaya memperkenalkan model pengembangan UGADI tersebut di masyarakat, Tahun 2012 Ditjen Perikanan Budidaya telah melaksanakan Demfarm UGADI di 4 Kabupaten Kota antara lain Kabupaten Sukabumi Jawa barat, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur dan Kabupaten Kediri Jawa Timur dengan luasan sawah masing-masing pada lahan 1 hektar.


     


    Mampu menghasilkan keuntungan ganda


    Keberhasilan model pengembangan UGADI dibuktikan dengan melakukan panen perdana UGADI di Kabupaten Banjarnegara, tepatnya pada tanggal 2 Januari 2013. Panen yang juga dihadiri oleh beberapa pihak diantaranya Bupati Banjarnegara, Direktur Produksi, Kasubdit Lingkup Direktorat Produksi,Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Banjarnegara, pelaku usaha dan para stakeholder lain dilakukan dilahan milik H. Muslihah yang tergabung dalam Pokdakan Mina Sari Widodo Desa Blambangan, Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara.


    Dari luas lahan milik H. Muslihah seluas 1.000 m2 didapat hasil panen rata-rata 120 kg dengan size bervariasi antara 25 – 50. Menurut Muslihah, jika diasumsikan harga per kg Rp. 60 ribu, maka pendapatan yang didapat dari udang galah saja sebanyak Rp. 7,2 juta, sedangkan dari hasil panen padi diperkirakan sebesar 0,7 ton dengan pendapatan rata-rata dari penjualan padi sebanyak Rp 2,275 juta. Sehingga dengan penerapan konsep UGADI dirinya mampu menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar ± Rp. 9,5 juta per musim tanam. “Ini memberikan keuntungan ganda bagi kami, jika dibanding hanya mengandalkan dari hasil panen padi”, Jelas Muslihah. Lebih lanjut Kadis Perikanan dan Peternakan Kab. Banjarnegara menyarankan untuk sistim Ugadi sebaiknya padi yang digunakan bukan Varietas Impari 13 karena butir berasnya tidak utuh, disarankan menggunakan varietas jenis Inpara, selain butir berasnya utuh juga tahan terhadap genangan air.


     


    Menarik minat pelaku bisnis.


    Keberhasilan panen UGADI menarik minat pelaku bisnis restauran Mang Engking untuk melakukan konrak kerjasama pembelian hasil panen. Ini dibuktikan dengan akan ditindaklanjutinya nota kesepahaman antara Bupati Banjarnegara dengan Mang Engking untuk melakukan kerjasama secara berkelanjutan, dimana kontrak yang disepakati adalah penyediaan udang galah sebanyak 10 ton per bulan. Dalam arahannya, Bupati Banjarnegara menghimbau kepada anggota kelompok petani dan masyarakat pembudidaya agar kegiatan UGADI ini dilakukan secara berkelanjutan mengingat komoditi udang galah mempunyai nilai ekonomis tinggi, dapat meningkatkan pendapatan yang tidak hanya berasal dari produksi padi tetapi juga dari produksi udang galahnya.


    Agenda selanjutnya akan direncanakan panen raya UGADI pada Kelompok Sri Rahayu, Desa Mertosari, Kecamatan Purwonegoro seluas 5.000 m2 dan di Kelompok Mina Sari widodo, Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara seluas 4.000 m2 dengan padat tebar masing-masing 10.000 ekor per 0,1 ha. Panen diperkirakan bulan Maret 2013 dengan perkiraan rata-rata produktivitas 150 kg/1.000 m2.


     


    Menopang Ketahanan Pangan Nasional.


    Seperti diketahui bersama bahwa sektor pertanian dan perikanan saat ini menjadi sektor utama yang berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sehingga konsep UGADI yang mengintegrasikan ke-dua sektor tersebut sangat prosfektif dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat.  Menurut Zaenal Aristanto, Kasie Penerapan Teknologi Budidaya Air tawar, bahwa produktivitas rata-rata per hektar sawah mampu menghasilkan sebanyak 1,5 ton udang galah dan 7-8 ton padi. Disisi lain konsep UGADI secara teknis mampu menjamin hubungan mutualisme antara padi dengan udang, sehingga konsep ini diharapkan akan mampu menjamin keberlanjutan usaha pada ke-dua bidang tersebut.


    Kedepan UGADI sangat prospektif sebagai alternative usaha yang mampu menopang pendapatan masyarakat, karena memberikan keuntungan ganda. Disamping itu sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung program Gentanadi dan memperbaiki lingkungan hidup (antisipasi anomaly iklim), maka konsep UGADI menjadi bagian penting yang perlu diterapkan kepada masyarakat dalam menjamin usaha agrobisnis yang berkelanjutan.


    Sumber:
 
Berita Terkait
Hits: 463 | Ditulis pada: 2013-03-18
DIREKTORAT PRODUKSI, GENJOT SERTIFIKASI CBIB

Seiring dengan mulai meningkatnya kesadaran masyarakat konsumen global terhadap pentingnya jaminan keamanan pangan (food security), maka sudah menjadi tuntutan dan persyaratan mutlak bahwa setiap aktivitas usaha yang menghasilkan produk makanan (food grade) harus terjamin baik mutu maupun keamanannya, tidak terkecuali bagi produk Perikanan yang saat ini telah menjadi .... [Selengkapnya]

Hits: 261 | Ditulis pada: 2013-02-25
Budidaya Jaring Sekat, Andalan Perikanan Budidaya Malang

Malang memang tidak begitu dikenal di kancah perikanan budidaya provinsi Jawa Timur. Jika menyebut Malang maka sebagian besar orang akan teringat dengan apel karena memang Malang dikenal sebagai sentranya penghasil apel. Namun perikanan budidaya di kabupaten Malang cukup berkembang. Setidaknya ada metode budidaya baru dari Kabupaten ini yang bisa diadopsi oleh .... [Selengkapnya]

Hits: 1085 | Ditulis pada: 2013-02-14
Angka Ketersediaan Ikan Indonesia

Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang cukup mudah di dapatkan di Indonesia Mengingat potensi laut kita yang sedemikian luas, ditambah lagi sumber air tawar yang cukup banyak untuk pengembangan perikanan darat, oleh karena itu ikan merupakan bahan pangan yang cukup penting bagi ketersediaan pangan di Indonesia, kebijakan peningkatan produksi perikanan .... [Selengkapnya]

Hits: 473 | Ditulis pada: 2013-01-23
Kolam Percontohan Saka Taruna Bumi Cibubur

Keberadaan kolam ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagi anggota pramuka tentang pembudidayaan ikan, kolam ini juga dimaksudkan sebagai wahana untuk pembelajaran bagi anggota pramuka yang tertarik untuk membudidayakan ikan, sebagai wahana pembelajaran  kolam percontohan ini diawasi oleh teknisi budidaya ikan air tawar dari Balai Besar Pengembangan .... [Selengkapnya]

Link Terkait
UPT - Balai
Video Kegiatan

[Index Video]

Kode Etik

Semua hal yang terkait dengan kode etik DJPB, silahkan berkomunikasi melalui alamat e-mail: kode_etik@djpb.kkp.go.id, Atau kunjungi ruang konsultasi DJPB Gedung 165 Lantai 23