Kamis, 18 September 2014
:: Selamat Datang di Situs Resmi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya ::
Berita

    12 Pokdakan Digelontor Bantuan Usaha Perikanan Budidaya Rp 780 Juta
    Hits: 658 | Ditulis pada: 2012-08-08

    PURBALINGGA - Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si, Selasa (7/8) menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Pengembangan Usaha Mina Pedesaan  Perikanan Budidaya (BLM PUMP-PB) kepada 12 kelompok petani pembudidaya ikan (Pokdakan) di Purbalingga. Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp 780 juta.


    Penyerahan bantuan yang dijadwalkan berlangsung di Pendopo Dipokusumo Pemkab juga dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI  Ir. H. M. Romahurmuziy, MT, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Ir. Trisno Utomo, MM, Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si dan pengurus Pokdakan penerima BLM PUMP PB Tahun 2012  dari Kabupaten Temanggung, Banjarnegara, Kebumen, dan Banyumas.


    Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakan) Kabupaten Purbalingga, Siswanto, S.Pt, M.Si mengatakan, BLM PUMP-PB merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemberian bantuan pengembangan usaha bagi pembudidaya ikan untuk menumbuh kembangkan usaha perikanan budidaya sesuai dengan potensi masyarakat dan desanya.


    “Sasaran bantuan ini agar pokdakan dapat mendukung pencapaian target peningkatan produksi dan industrialisasi perikanan budidaya,” kata Siswanto, Senin (6/8).


    Siswanto merinci, Pokdakan penerima bantuan untuk budidaya ikan gurame terdiri kelompok Mina Tirta Wungu (Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja), Ababil (Cipawon, Bukateja), Muda Lestari (Langgar, Kejobong), Sida Mukti (Majasem, Kemangkon), Rejo Sari (Kedung Legok, Kemangkon), Sumber Makmur (Sumingkir, Kutasari), dan Pokdakan Guramih Sari (Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan). Kemudian untuk budidaya ikan lele meliputi pokdakan Sahabat (Purbasari, Karangjambu), Rawa Mas (Lamuk, Kejobong), dan Pokdakan Puji Lestari (Margasana, Kertanegara).


    Dua Pokdakan lainnya yakni pokdakan Mugi Berkah (Jambudesa, Karanganyar) yang membudidayakan ikan Patin dan pokdakan Sida Urip (Jingkang, Karangjambu) yang membudidayakan ikan nila.


    “Masing-masing Pokdakan menerima dana Rp. 65 juta per kelompok dengan total seluruhnya Rp 780 juta. Sedang total anggota kelompok sebanyak 173 petani pembudidaya ikan,” jelas Siswanto.


    Siswanto menambahkan, pembudidaya ikan penerima bantuan merupakan warga tidak mampu, bukan perangkat desa, bukan PNS atau anggota TNI serta memiliki usaha budidaya ikan skala kecil atau pemula. Sedang mekanisme penyalurannya melalui rekening langsung ke Pokdakan. “Bantuan ini nantinya akan dievaluasi, dan diharapkan berhasil dengan indikator antara lain produksi ikan meningkat, ada peningkatan penghasilan pembudidaya, serapan tenaga kerja, tumbuhnya wira usaha baru serta usaha perikanan budidaya itu berkelanjutan,” tambah Siswanto


    Sumber: www.jatengprov.go.id
 
Berita Terkait
Hits: 36 | Ditulis pada: 2014-09-17
PERIKANAN BUDIDAYA DI PERAIRAN UMUM SECARA BERKELANJUTAN DUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI

Usaha perikanan budidaya di perairan umum merupakan salah satu kegiatan usaha yang mempunyai prospek dan peluang untuk lebih dikembangkan. Saat ini dari luas potensi lahan perairan umum seluas 158.125 ha, pada tahun 2013 kurang lebih baru 1 % yang sudah dimanfaatkan. Dari total produksi ikan budidaya air tawar tahun 2012 sebesar 7,12 juta ton, produksi ikan budidaya dari perairan umum .... [Selengkapnya]

Hits: 85 | Ditulis pada: 2014-09-08
PERKUAT KERJASAMA DENGAN CHINA, UNTUK TINGKATKAN INVESTASI DAN TRANSFER TEKNOLOGI

Indonesia dengan China kembali memperkuat kerjasamanya di bidang kelautan dan perikanan khususnya di bidang perikanan budidaya. Dalam rangkaian kegiatan  Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Sharif C. Sutardjo, menghadiri APEC Ocean Related Minister Meeting (AOMM) ke 4 beberapa waktu lalu di Xiamen, Beijing dan Hongkong, MKP dengan didampingi oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, .... [Selengkapnya]

Hits: 126 | Ditulis pada: 2014-09-08
BUDIDAYA SIDAT BERKELANJUTAN, JANJIKAN UNTUK BERLIPAT

Sidat merupakan salah satu komoditas dengan permintaan pasar yang cukup tinggi. Saat ini, Jepang sebagai pasar terbesar komoditas sidat mampu menyerap 200.000 ton sidat  per tahun. “ Besarnya permintaan pasar Jepang dan juga pasar domestic Indonesia terhadap sidat merupakan peluang pasar yang menggiurkan dan harus dimanfaatkan oleh pelaku budidaya. Kelebihan lainnya dalah jenis .... [Selengkapnya]

  • Volume Impor Hasil Perikanan Turun 35,95%
  • KKP Salurkan PUMP di Lampung
  • Bulog Diminta Stabilkan Harga Komoditas Kelautan dan Perikanan
  • Kabupaten Mitra Ditetapkan Sebagai Kawasan Minapolitan
  • PDB Perikanan Sebesar Rp 65,84 Triliun Dipatok KKP
  • Budidaya Kerang Harus Dilakukan
  • Kubu Raya akan kembangkan kepiting bakau
  • Rumput Laut Anugerah Bagi Masyarakat Nunukan
  • KKP Sediakan Rp24 M untuk Perikanan Riau
  • KKP Targetkan Ekspor Perikanan 2012 US$ 4,2 Juta
  • Link Terkait
    UPT - Balai
    Video Kegiatan

    [Index Video]

    Kode Etik

    Semua hal yang terkait dengan kode etik DJPB, silahkan berkomunikasi melalui alamat e-mail: kode_etik@djpb.kkp.go.id, Atau kunjungi ruang konsultasi DJPB Gedung 165 Lantai 23