Senin, 20 Oktober 2014
:: Selamat Datang di Situs Resmi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya ::
Berita

    Cetak Wirausaha Muda Perikanan KKP Berdayakan Ponpes
    Hits: 142 | Ditulis pada: 2012-08-01

    KKP NEWS || Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo mengatakan bahwa program pemberdayaan ekonomi usaha kecil dan menengah bagi para santri di pondok pesantren merupakan solusi yang efektif untuk memberikan kesempatan kepada para santri menjadi wirausaha muda di sektor perikanan.“Harapannya, program pemberdayaan ekonomi usaha kecil menengah mampu menumbuhkan alternatif-alternatif kegiatan ekonomi di tengah sempitnya kesempatan kerja yang ada,” jelas Sharif dalam rangkaian Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Nurul Huda Cijeruk, Bogor, hari ini, kemarin sore (30/7).



    Sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan jumlah wirausahawan muda, KKP menetapkan Ponpes Nurul Huda sebagai Pusat Pelatihan Mandiri KP (P2MKP). Pelatihan ini dimaksudkan agar para santri mendapatkan dukungan dengan diberikannya bantuan berupa pelatihan dan pendampingan. “Selama ini masih banyak santri yang merasa kebingungan setelah lulus dari Ponpes, maka dengan adanya bantuan ini diharapkan santri bisa terjun langsung menjadi wirausaha muda perikanan sehingga tidak bekerja untuk orang lain,” terang Sharif.



    Di samping itu, KKP juga menyerahkan berbagai paket bantuan kepada Pondok Pesantren Nurul Huda, seperti paket penyelenggaraan pendidikan anak pelaku utama sektor KP, paket penyelenggaraan pelatihan bagi masyarakat KP, penyelenggaraan penyuluhan, paket aplikasi dan teknologi percontohan budidaya ikan lele yang berada di tempat yang berfungsi sebagai pusat informasi, pembangunan satu unit pembenihan lele dan kolam induk senilai Rp 140 juta, bantuan paket pelatihan budidaya lele senilai Rp 40 juta.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa pondok pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak wirausaha muda. “Bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus kita jadikan sebagai sarana untuk mencetak wirausaha muda,” sambungnya.Sharif mencontohkan, di berbagai negara yang tergabung dalam BRICs (Brazil, Russia,. India dan China) saat ini perekonomian mereka maju karena ditopang oleh StabilitasPerekonomian Masyarakat (UKM), padahal negara mereka biasa saja jika dibandingkan dengan potensi dan kekayaan negara kita.



    Untuk itu ke depan, KKP akan terus menumbuhkan semangat wirausaha muda sektor perikanan di pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. “Nantinya, ada beberapa pesantren di Indonesia seperti di Brebes, untuk kita kembangkan jiwa-jiwa wirausaha muda ini,” jelasnya. Pasalnya, selama ini UKM merupakan salah satu sektor yang berperan besar bagi pereknomian Indonesia.



    Hal senada dikatakan oleh Bupati Bogor yang diwakili oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab Bogor Sutrisno bahwa, dengan ditetapkannya Ponpes Nurul Huda sebagai Pusat pelatihan maka diharapkan dapat mendorong santri dalam mendorong kemandirian usaha pembudidayaan ikan. “Sehingga mereka, nantinya akan mampu mandiri dan tumbuh sebagai calon wirausaha sektor perikanan,” kata Sutrisno.



    Pasalnya, untuk menggiatkan budidaya perikanan, Kabupaten Bogor telah memprioritaskan pembangunan sektor budidaya perikanan sebagai prioritas pembangunan yang tercermin dalam revitalisasi pertanian dan pembangunan berbasis pedesaan. “ Setidaknya, sektor perikanan mampu mendukung dalam pengembangan wilayah, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penyediaan lapangan pekerjaan,” sambungnya.



    Namun demikian, ia mengatakan masih terdapat beberapa kendala yang sering menghambat budidaya ikan di bogor, diantaranya, terbatas tenaga kerja, aspek pemasaran, penguasaan teknologi, serta rendahnya akses kegiatan pelatihan. Maka dari itu, ia menilai bantuan pemerintah berupa paket Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (PUMP P2HP) dan PUMP budidaya sangatlah tepat dalam meningkatkan kapasitas dan skala produksi budidaya rakyat.


    Dijelaskannya, Kabupaten Bogor memiliki potensi yang besar dalam budidaya perikanan dan pengembangan produksi perikanan. Bahkan selama ini lanjutnya, hasil perikanan budidaya di Bogor mampu mendukung ketersediaan pangan serta bahan baku untuk sektor agroindustri, baik itu ditujukan untuk skala lokal maupun ekspor. “Bogor mampu menyuplai sekitar 60 persen dari kebutuhan ikan lele di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek),” ungkapnya



    Revitalisasi tambak Pantura


    Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Subyakto menambahkan, seperti diketahui KKP telah menetapkan revitalisasi tambak di Pantura yang dilakukan dengan perbaikan infrastruktur saluran primer, sekunder dan tertier. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tambak dalam memenuhi kebutuhan bahan baku baku industri pengolahan dan menggairahkan dunia usaha perikanan budidaya. “Pembangunan infrastruktur di pantura tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sehingga akan menarik pengusaha-pengusaha baru di bidang pengolahan hasil perikanan,” sambungnya.



    Maka dari itu, melalui industrialisasi kelautan dan perikanan yang diselaraskan dengan revitalisasi tambak, toto begitu sapaan akrabnya meyakini mampu menggenjot produktivitas perikanan budidaya. Ia mengungkapkan, pihaknya telah mensosialisasikan revitalisasi tambak di Jawa barat antara petambak dan pengusaha. Sosialisasi tersebut, terkait atas dirampingkannya luas wilayah revitalisasi tambak di Provinsi Jabar yang sebelumnya seluas 5000 ha kini dirampingkan menjadi 1000 ha.
    Toto menjelaskan, perampingan luas wilayah revitalisasi tambak tersebut didasari oleh semakin mendesaknya waktu yang tinggal lima bulan lagi. Untuk itu, revitalisasi tambak tersebut akan dilakukan dengan cara demonstrasi farm(demfarm).


    Menurutnya, Demfarm tidak cukup satu siklus saja, tetapi perlu dilakuksan secara berkelanjutan. Rencananya sebagai pilot project demfarm tersebut akan dilaksanakan di 6 kabupaten Provinsi Jawa Barat dan Banten. “Sedangkan 2013 nanti, rencananya revitalisasi tambak tersebut akan dilanjutkan di Jateng dan Jatim yang diperkirakan akan mengairi tambak seluas 40 ribu ha, kemudian akan diperluas di Sulsel dan Lampung,” jelasnya


    Sumber: www.kkp.go.id
 
Berita Terkait
Hits: 42 | Ditulis pada: 2014-10-17
JEJARING PEMULIAAN INDUK UNGGUL IKAN AIR TAWAR, TINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA

Produksi perikanan budidaya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selama periode 2010 – 2013, produksi perikanan budidaya  meningkat sekitar 28,64 % per tahun, yaitu 6,28 juta ton pada tahun 2010 dan mencapai 13,31 juta ton pada tahun 2013 (data sementara). Sedangkan nilai produksi nya mengalami kenaikan sekitar 22,51 % .... [Selengkapnya]

Hits: 94 | Ditulis pada: 2014-10-16
SIKAP MASYARAKAT AKUAKULTUR INDONESIA (MAI) TERHADAP STRUKTUR KABINET JOKOWI-JK BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN

Menanggapi dan memperhatikan sikap rasa cemas dari berbagai kelompok masyarakat pemerhati susunan kabinet pemerintahan Jokowi-JK, khususnya tentang wacana rencana pemisahan Sektor Perikanan dan Sektor Kelautan yang saat ini ada dalam 1 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sektor Kelautan akan masuk dalam Departemen Maritim dan Sektor Perikanan akan bergabung dalam .... [Selengkapnya]

Hits: 57 | Ditulis pada: 2014-10-16
PERAN SUB SEKTOR PERIKANAN BUDIDAYA DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL

Potensi perikanan Indonesia tidak hanya dilihat dari luasnya perairan laut yang dimiliki bangsa ini, tetapi juga dari luasnya lahan di darat yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengembangkan budidaya perikanan. Salah satu upaya untuk mendorong peningkatan ekonomi perikanan budidaya adalah melalui kebijakan percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan. Melalui kebijakan .... [Selengkapnya]

  • Kerapu Cigorondong, Tingkatkan produksi Kerapu nasional
  • Produksi Udang Vaname 2012 Ditarget 40 Ton
  • Dewan Desak Kontribusi Puluhan Ribu Arwana Ekspor
  • Produksi ikan karamba nelayan Wakatobi mulai diekspor
  • Budidaya ikan lele di Musi Rawas gunakan terpal
  • CPP dan UAJY Siapkan Kampung Sentra Lele
  • SMA 1 Gantung Panen Perdana Lele
  • 36 Kelompok Budidaya Ikan Peroleh Bantuan
  • Mengenal Udang Barong (Spiny Lobster)
  • Diskanla Langkat Salurkan 80 Paket Bibit Ikan Kerapu
  • Link Terkait
    UPT - Balai
    Video Kegiatan

    [Index Video]

    Kode Etik

    Semua hal yang terkait dengan kode etik DJPB, silahkan berkomunikasi melalui alamat e-mail: kode_etik@djpb.kkp.go.id, Atau kunjungi ruang konsultasi DJPB Gedung 165 Lantai 23