Kamis, 24 April 2014
:: Selamat Datang di Situs Resmi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya ::
Berita

    Mengenal Sargassum sp dan Manfaatnya
    Hits: 1143 | Ditulis pada: 2012-07-05

    Rumput laut merupakan komoditas andalan budidaya di Indonesia. Di pasar internasional setidaknya ada tiga rumput laut komersial yang selalu diminta oleh para pedagang ataupun pabrik pengolah yakni Euchema sp, Gracilaria sp, Sargassum sp, Euchema sp dan Gracilaria sp sudah banyak dibudidayakan di Indonesia dan telah mengangkat ekonomi masyarakat pesisir terutama para nelayan yang kadang tidak menentu penghasilannya. Lalu bagaimana dengan jenis rumput laut komersial yang lainnya yaitu Sargassum sp.


    Tidak banyak yang tahu bahwa Sargassum sp adalah salah satu jenis rumput laut yang saat ini permintaannya cukup tinggi. Sargassum sp adalah jenis rumput laut penghasil alginate yang cukup tinggi, sangat berbeda dengan dua jenis rumput laut komersial yang lainnya.


    Sargassum sp secara klasifikasi masuk dalam kelas Phaeophyceae. Berikut secara lengkap klasifikasi Sargassum sp (Anggadiredja et al. 2006) adalah sebagai berikut :



































    Divisop : Thallophyta
    Kelas : Phaeophyceae
    Bangsa  : Fucales
    Suku  : Sargassaceae
    Marga  : Sargassum
    Jenis  : Sargassum

     


     


     


     


     


    Kelas Phaeophyceae ini merupakan alga yang memiliki cirri berwarna coklat dengan bentuk thallus gepeng. Di perairan Indonesia diperkirakan terdapat lebih dari 15 jenis algae Sargassum dan yang telah dikenal mencapai 12 jenis. Sedangkan di perairan Indo-Pasifik tercatat 58 jenis ( BOSSE 1928)


    Saat ini memang belum banyak pembudidaya yang tertarik melakukan usaha budidaya untuk jenis rumput laut ini. Perolehan rumput laut jenis Sargassum sp masih didapat dari alam walaupun sebetulnya rumput laut ini sudah dapat dibudidayakan.


    Habitat dan sebaran Sargasssun di Indonesia pada umumnya tumbuh di perairan yang terlindung maupun berombak besar pada habitat batu. Pengaruh alam yang banyak menentukan sebarannya adalah jenis substrat, cahaya matahari, kadar garam dan lain-lain. Substrat dasar tempat melekatnya adalah berupa batu karang, batu, lumpur, pasir, kulit kerang dan kayu. Penyebaran spesies ini banyak terdapat di perairan Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Kep.Seribu, Sulawesi dan Aru (Indriani dan Sumarsih, 2001)


    Rumput laut jenis Sargassum umumnya merupakan tanaman perairan yang mempunyai warna coklat, berukuran relatif besar, tumbuh dan berkembang pada substrat dasar yang kuat. Bagian atas tanaman menyerupai semak yang berbentuk simetris bilateral atau radial serta dilengkapi bagian sisi pertumbuhan. Umumnya rumput laut tumbuh secara liar dan masih belum dimanfaatkan secara baik.. Rumput laut coklat memiliki pigmen yang memberikan warna coklat dan dapat menghasilkan algin atau alginat, laminarin, selulosa, fikoidin dan manitol yang komposisinya sangat tergantung pada jenis (spesies), masa perkembangan dan kondisi tempat tumbuhnya (Maharani dan Widyayanti 2010).


    Kandungan Nutrisi berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Trihandayani dkk, dapat disimpulkan bahwa talusSargassum sp memiliki komposisi nutrisi sebagai berikut :



    1. kadar protein sebesar 5,19% (b/b) dengan komposisi asam amino (dalam "mol asam amino/g sampel segar) yang terdiri dari: asam glutamat: 13,77; asam aspartat: 12,92; glisin: 12,05; leusin: 10,33; alanin: 8,38; valin: 7,86; serin: 7,66; isoleusin: 6,90; treonin: 6,34;fenilalanin: 4,95; rolin: 4,92; lisin: 4,52, arginin: 4,28; tirosin: 3,66; sistein: 3,09; histidin: 1,30; dan hidroksilisin: 0,83;

    2. kadar abu (mineral) sebesar 36,93% (b/b), dengan kadar unsur Ca: 1540,66 mg/100 g, P: 474,03 mg/100 g, dan Fe: 132,65 mg/100 g;

    3. kadar vitamin A sebesar 489,55 "g RE/100 g dan vitamin C sebesar 49,01 mg/100 g; kadar lemak sebesar 1,63% (b/b), dengan komposisi asam lemak yang terdiri dari: asam laurat (12:0): 1,45%, asam miristat (14:0): 3,53%, asam palmitat (16:0): 29,49%, asam palmitoleat (16:1): 4,10%, asam oleat (18:1): 13,78%, asam linoleat (18:2): 33,58% dan asam linolenat (18:3): 5,94%;

    4. kadar alginat sebesar 37,91% (b/b).


    Rumput laut memiliki banyak kegunaan dan manfaat, begitu pun dengan rumput laut jenis Sargassum sp. Berikut adalah beberapa manfaat dari Sargassum sp yaitu :



    1. Sebagai sumber penghasil alginat yang di gunakan sebagai bahan pembuat cangkang kapsul, emulsifier dan stabilizer. (Izzati, 2007)

    2. Berguna untuk kosmetik, kandungan koloid alginatnya di gunakan sebagai bahan pembuat sabun, shampo dan cat rambut. (Izzati, 2007)

    3. Sebagai bahan baku untuk industri antara lain industri makanan, minuman, farmasi maupun industri lainnya seperti cat tekstil, film, makanan ternak, keramik, kertas, dan fotografi.

    4. Dalam perikanan budidaya, keberadaan Sargassum sp membantu meningkatkan produksi udang windu, sehingga rumput laut jenis Sargassum sp ini di gunakan sebagai model budidaya ganda dengan udang windu. Adanya rumput laut jenis Sargassum sp di sekitar tambak udang windu dapat mengurangi jumlah bakteri patogen sehingga mampu menurunkan kemungkinan berkembangnya penyakit yang menyerang udang windu (Izzati, 2007)

    5. Sebagai obat gondok, anti bakteri, tumor dan kanker


    Dengan banyaknya manfaat, potensi dan kemudahan dalam membudidayakan rumput laut jenis ini maka sebenarnya prospek pengembangan rumput laut ini sangat menjanjikan. Apalagi permintaan akan rumput lautSargassum sp, akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Dengan munculnya satu jenis rumput laut ini setidaknya ada banyak pilihan pembudidaya dalam membudidayakan rumput laut yang memiliki karakeristik dan manfaat masing-masing.


    Sumber:
 
Berita Terkait
Hits: 141 | Ditulis pada: 2012-07-02
Forum Koordinasi Statistik Perikanan Budidaya

Forum Koordinasi Statistik Perikanan Budidaya adalah sebuah kegiatan tahunan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Produksi Ditjen Perikanan Budidaya. Pada acara kali ini kegiatan Forum Koordinasi Statistik Perikanan Budidaya dilaksanakan di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 25 s.d 28 Juni 2012. Bertempat di Hotel Grand Tiga Mustika Forum ini diikuti oleh .... [Selengkapnya]

Hits: 516 | Ditulis pada: 2012-06-20
Penguatan Kemitraan dalam Pencapaian Industrialisasi Perikanan Budidaya

Ada 3 (tiga) faktor kunci dalam konsep industrialisasi perikanan yaitu peningkatan nilai tambah (value added), efesiensi dan daya saing (bargaining position), dimana ke-tiga faktor tersebut akan mampu mendorong terciptanya iklim usaha yang positif sebagai upaya dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun perlu diingat, bahwa konsep ini akan berjalan dengan baik jika .... [Selengkapnya]

Hits: 251 | Ditulis pada: 2012-06-15
Ganggang Coklat Indonesia Mampu Obati Tumor

Penelitian yang menyatakan bahwa ganggang atau rumput laut dapat mengobati kanker bukan pertama kalinya. Sebelumnya, ganggang merah jenis Rhodymenia palmata dan ganggang hijau jenis Ulva fasciata juga dilaporkan bisa membunuh sel tumor payudara.

Menurut salah satu peneliti riset tersebut, Nurrahmi Dewi Fajarningsih, rumput laut kaya akan senyawa flavonoids yang mempunyai efek sebagai .... [Selengkapnya]

Hits: 1145 | Ditulis pada: 2012-06-13
Metode Tambak Plastik Tingkatkan Produktivitas

Setidaknya 90% petambak Indonesia masih memanfaatkan model tambak tanah dalam menjalankan usaha budidaya udang. Dengan pola pengelolaan budidaya tradisional (pada tebar rendah), biaya investasi dan pengelolaan konstruksi tambak tanah memang relatif rendah. Faktanya, tambak tanah cenderung membuat udang rentan terserang penyakit, apalagi dengan tata ruang dan pengairan tambak yang asal-asalan. .... [Selengkapnya]

Link Terkait
UPT - Balai
Video Kegiatan

[Index Video]

Kode Etik

Semua hal yang terkait dengan kode etik DJPB, silahkan berkomunikasi melalui alamat e-mail: kode_etik@djpb.kkp.go.id, Atau kunjungi ruang konsultasi DJPB Gedung 165 Lantai 23