DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI    |    SERTIFIKASI PERIKANAN BUDIDAYA, JAMINAN KEAMANAN PANGAN DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK MENUJU PASAR BEBAS ASEAN 2015    |    PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN MENYERAP TENAGA KERJA    |    TINGKATKAN PRODUKSI, HAPUS KORUPSI    |    UNTUK SARAN DAN PENGADUAN DAPAT MENGHUBUNGI TELP/FAX (021) 3514779 ATAU EMAIL PENGADUAN.DJPB@KKP.GO.ID    |   

PAKAN

Udang Vaname dan Udang Windu Masih Andalan Ekspor Indonesia

Udang adalah komoditas perikanan andalan Indonesia yang menjadi komoditas ekspor. Ada dua komoditas udang yang menjadi andalan, yakni udang windu dan udang vaname. Selain itu, saat ini udang galah juga mulai digalakkan pembudidayaannya walaupun produksinya masih kecil dibandingkan dengan komoditas udang windu dan udang vaname namun perkembangannya cukup baik dalam beberapa tahun terakhir.

 

KOMODITI                                                                                                                                        

TAHUN - YEAR

Kenaikan rata-rata (%)

2010

2011

2012

2013

2014*

2010-2014

Volume Produksi (ton)

       380,972

       401,154

       415,703

       638,955

       592,219

13.83

Udang Windu

 

 

       125,519

       126,157

       117,888

       171,583

       126,595

3.32

Udang Vaname

 

       206,578

       246,420

       251,763

       390,278

       411,729

20.49

Udang Lainnya

 

 

        48,875

        28,577

        46,052

        77,094

        53,895

14.23

Volume Ekspor (ton)

 

 

 

 

 

 

 

Udang

 

 

       145,092

       158,062

       162,068

       162,410

       141,042

-0.37

 

Produksi perikanan budidaya komoditas udang selama lima tahun terakhir memiliki kecenderungan terus naik. Hal ini dapat lihat pada tabel di atas dimana produksi udang secara umum terus meningkat. Kenaikan rata-rata udang selama lima tahun terakhir adalah 13,83 persen pertahun.

Jika ditilik berdasarkan komoditasnya maka produksi udang vaname terus mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2014 ini produksi udang vaname masih meningkat. Sementara produksi udang windu pada tahun 2014, produksinya masih dibawah tahun sebelumnya begitu pula dengan udang lainnya.

Sejalan dengan tren produksi udang yang terus naik, volume ekspor udang selama lima tahun terakhir juga menunjukan tren yang positif. Artinya peningkatan volume produksi udang sejalan dengan peningkatan volume ekspor.

Data ekspor tahun 2014 adalah data volume ekspor udang sampai dengan september 2014 maka diperkirakan volume ekspor udang selama 2014 dapat melebihi 2013, yakni dengan menggunakan asumsi rata-rata volume ekspor tahun 2013 sebesar 13.500 ton per bulan maka diperkirakan volume ekspor udang Indonesia pada tahun 2014 ini berkisar sebesar 180 ribu ton. Hal ini menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir volume ekspor meningkat.

Peningkatan volume ekspor udang selama ini juga diikuti dengan peningkatan nilai volume ekspor Indonesia yang terus meningkat. Bahkan di tahun 2013 nilai volume ekspor udang meningkat tinggi.

Produksi udang tahun 2013 dan 2014 jika dilihat berdasarkan data triwulannya tergambar ada persamaan pola distribusi produksi seperti tergambar pada tabel berikut :

 

KOMODITAS

2013

2014

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan III

Triwulan IV

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan III

Triwulan IV

UDANG

  147,586

  140,401

  181,943

  169,025

  103,417

  132,736

  200,575

  155,491

WINDU

     29,325

    29,096

     70,816

     42,345

     24,101

     30,178

    45,602

26,714

VANAME

  102,343

    87,135

     94,058

  106,742

     70,687

     90,039

  136,057

114,946

UD LAINNYA

     15,918

    24,170

     17,069

     19,938

       8,629

     12,519

   18,916

13,831

 

Persamaannya produksi tertinggi udang pada dua tahun terakhir terjadi di triwulan III. Begitu pula untuk produksi tertinggi kedua juga sama-sama terjadi di triwulan IV. Namun ada perbedaanya yaitu pada produksi terendahnya untuk tahun 2013 terdapat di triwulan I sementara pada tahun 2014 terjadi di triwulan II.

Jika dilihat berdasarkan kenaikan pertriwulannya maka produksi ketiga dan keempat saja yang mengalami kenaikan produksi. Sementara triwulan I dan triwulan II mengalami penurunan produksi.

Berdasarkan komoditasnya, komoditas udang vaname memiliki pola yang berbeda dengan total produksi udang yakni pada tahun 2013. Produksi tertingginya terdapat pada triwulan I dan triwulan IV. Sedangkan pada tahun 2014, pola distribusi produksi sejalan dengan produksi total udang dimana produksi tertinggi terjadi di triwulan III.

Jika dilihat perbandingan pertriwulannya berdasarkan komoditasnya maka produksi udang windu mengalami penurunan hampir disetiap triwulannya kecuali pada triwulan II yang naik sedikit dibandingkan triwulan tahun sebelumnya. Sementara udang vaname berkebalikan dengan udang windu, hampir di setiap triwulannya produksi udang windu mengalami kenaikan produksi. Hanya di triwulan I saja produksi udang vaname mengalami penurunan produksi.

Produksi udang tersebar pada daerah yang memiliki pesisir pantai. Produksi udang tersebut terdapat di beberapa daerah di Indonesia. Berikut adalah 15 provinsi sentra produksi udang windu dan udang vaname, yaitu :

 

Produksi Udang Windu (Ton)

 

Produksi Udang Vaname (Ton)

Provinsi

   2 013

   2 014 *

 

Provinsi

   2 013

   2 014 *

   Jawa Barat

      27,860

      34,511

 

   Lampung

      72,051

      78,985

   Sulawesi Selatan

      15,319

      16,036

 

   Nusa Tenggara Barat

      56,960

      76,808

   Sulawesi Tengah 

      22,403

      11,890

 

  Jawa Timur

      47,150

      52,951

  Jawa Timur

        9,842

      11,036

 

   Sumatera Selatan

      40,016

      39,758

   Kalimantan Timur

      10,758

      10,877

 

   Jawa Barat

      61,633

      39,402

   Aceh

        5,621

        7,241

 

   Jawa Tengah

      13,872

      30,600

   Sulawesi Tenggara

      13,275

        5,120

 

   Kalimantan Barat

      39,092

      28,972

   Jawa Tengah

      33,580

        5,079

 

   Sulawesi Selatan

        8,542

      15,247

   Kalimantan Selatan

        4,758

        4,853

 

   Sulawesi Tenggara

      18,369

      12,802

   Sumatera Utara 

        9,627

        4,680

 

   Sumatera Utara 

      19,791

      10,728

   Sumatera Selatan

        5,641

        4,631

 

   Gorontalo 

           996

        6,310

   Kalimantan Barat

        1,865

        2,892

 

   Maluku 

        2,065

        4,000

   Sulawesi Barat 

        1,898

        2,462

 

   Sulawesi Barat 

        1,138

        3,915

   Lampung

        2,791

        1,537

 

   B  a  l  i

        2,932

        3,104

   Sulawesi Utara

           390

        1,487

 

   D.I. Yogyakarta

           812

        3,000

 

Berdasarkan tabel di atas tergambar bahwa beberapa provinsi sentra produksi udang windu belum melebihi angka tahun 2013 yakni provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung. Sementara untuk komoditas udang vaname beberapa provinsi yang menjadi sentra juga ada yang belum melebihi data tahun 2013 adalah provinsi Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.

Untuk komoditas udang windu penurunan angka produksi terbesar adalah provinsi Jawa Tengah. Tahun 2013 provinsi Jawa Tengah memproduksi udang windu sebesar 33.580 ton sementara pada tahun 2014 ini produksinya baru mencapai 5.079 ton. Penurunan produksi yang cukup besar juga terjadi pada provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sumatera Utara.

Sementara komoditas udang vaname yang mengalami penurunan cukup besar adalah Jawa Barat dengan penurunan produksi sebanyak hampir setengahnya. Produksi udang vaname Jawa Barat pada tahun 2013 mencapai 61.633 ton sementara di tahun 2014 mencapai 39.402 ton. Selain Jawa Barat, provinsi sentra yang juga mengalami penurunan cukup besar adalah provinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara. Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2013 produksinya mencapai 19.791 ton dan di tahun 2014 produksinya sebesar 10.728 ton. Sedangkan provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2013 produksi mencapai 18.369 ton dan di tahun 2014 produksinya sebesar 12.802 ton.

Menurunnya angka produksi pada sentra-sentra tersebut di atas menyebabkan turunnya produksi udang secara nasional. Apalagi beberapa daerah tersebut di atas mengalami penurunan yang cukup besar dibandingkan dengan tahun sebelumnnya sehingga mempengaruhi data secara nasional.

Secara nasional data produksi udang pada tahun 2014 belum melebihi data tahun 2013. Namun ini belum dapat disimpulkan bahwa produksi udang pada tahun 2014 mengalami penurunan karena data tahun 2014 masih angka sementara dan belum divalidasi baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional.